Site icon Bantenhub.id

Banjir JLS Dibongkar Akar Masalahnya, Wali Kota Cilegon Turun Langsung ke Ciwandan

CILEGON, BANTENHUB.ID – Banjir yang kerap melanda JLS akhirnya ditangani langsung oleh Pemkot Cilegon.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, turun ke Ciwandan dan menginstruksikan pembongkaran puluhan bangunan liar yang selama ini menjadi penyebab banjir, Senin 29 Desember 2025.
Langkah tegas ini dilakukan setelah hujan deras yang mengguyur sejak Minggu 28 Desember 2025 malam menyebabkan sejumlah titik di Ciwandan tergenang air.
Di beberapa ruas jalan, ketinggian air bahkan sampai lutut orang dewasa, sehingga kendaraan roda dua dan empat mogok.
Saat meninjau langsung lokasi genangan di JLS, tepatnya di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Robinsar menemukan 32 bangli yang berdiri di atas trotoar dan saluran air.
Bangunan tanpa izin tersebut dinilai menutup drainase dan menghambat aliran air, sehingga sedimen tidak dapat dibersihkan secara maksimal.
Menindaklanjuti hal tersebut, Robinsar instruksikan Dinas Satpol PP Kota Cilegon untuk melakukan pembongkaran.
Ia menegaskan, penertiban sudah melalui tahapan dan sosialisasi kepada pemilik bangnan.
“Kami sudah bersurat kurang lebih 10 hari terakhir. Ini bagian dari tahapan-tahapan yang sudah dilakukan,” katanya.
“Hari ini kami mulai bongkar karena bangli di sini mengganggu jalur air dan menutup drainase, sehingga memicu banjir,” tambah Robinsar.
Robinsar menegaskan jika seluruh bangunan liar yang ada di atas trotoar maupun saluran air dan mengganggu aliran air akan ditertibkan tanpa terkecuali.
Menurutnya, langkah ini penting agar penanganan banjir di kawasan JLS dan Ciwandan dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Pokoknya semua yang mengganggu jalur aliran air akan kami bongkar. Ini upaya kami supaya ke depan tidak ada lagi genangan air di wilayah JLS dan Ciwandan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ciwandan Agus Ariadi mengungkapkan, terdapat beberapa titik yang kerap menjadi pusat genangan air.
Di antaranya jalan menuju Anyer, tepatnya di depan Pelindo, Indorama, dan Chandra Asri, dengan bangli sebagai faktor utamanya.
“Ke depan perlu ada kesadaran dan kebersamaan semua pihak untuk mengantisipasi banjir. Kami akan melakukan pengaasan secara simultan,” tuturnya. (red)

Exit mobile version