CILEGON, BANTENHUB.ID – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026 resmi berakhir setelah ditutup oleh Gubernur Banten Andra Soni di Stadion Geger Cilegon, Kelurahan Seruni, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu (17/6/2026).
Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pertandingan yang berlangsung sejak 11 Juni 2026 dan diikuti ribuan atlet pelajar dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Acara penutupan dihadiri oleh kepala daerah se-Banten, unsur Forkopimda, pengurus KONI, pelatih, ofisial, serta ratusan atlet pelajar yang telah berkompetisi selama sepekan terakhir.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, pengembangan potensi generasi muda, serta wadah menjaring bibit-bibit atlet berprestasi yang akan menjadi kebanggaan Banten di masa depan.
“POPDA bukan sekadar ajang kompetisi. Pekan olahraga pelajar daerah merupakan wahana pembinaan karakter, sarana pengembangan potensi generasi muda, sekaligus instrumen strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet pelajar terbaik yang akan menjadi kebanggaan Provinsi Banten di masa mendatang,” ujarnya.
Andra juga memberikan motivasi kepada para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Menurutnya, keberhasilan di tingkat provinsi harus menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
“Hari ini kalian adalah juara di antara kawan-kawan kalian se-Provinsi Banten. Ke depan kalian harus bersaing dengan atlet dari provinsi lain, bahkan negara lain. Semoga suatu saat nanti bisa mewakili Banten di PON 2032, mewakili Indonesia di SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani melaporkan bahwa pelaksanaan POPDA XII Banten 2026 secara umum berjalan lancar, aman, dan sukses.
Menurutnya, seluruh dinamika yang terjadi selama pertandingan masih berada dalam koridor sportivitas dan semangat kompetisi yang sehat.
“Alhamdulillah penyelenggaraan POPDA XII Banten 2026 ini secara umum berjalan lancar, aman, dan sukses,” ujarnya.
Berdasarkan hasil akhir perolehan medali, Kota Tangerang kembali keluar sebagai juara umum dengan raihan 106 medali emas, 75 medali perak, dan 84 medali perunggu.
Posisi kedua ditempati Kota Tangerang Selatan dengan 60 emas, 71 perak, dan 61 perunggu. Kabupaten Tangerang berada di peringkat ketiga dengan 50 emas, 56 perak, dan 61 perunggu.
Tuan rumah Kota Cilegon berhasil menempati posisi keempat dengan raihan 35 medali emas, 40 medali perak, dan 58 medali perunggu. Hasil tersebut menjadi capaian yang membanggakan mengingat ketatnya persaingan antarkontingen pada POPDA XII Banten 2026.
Posisi berikutnya ditempati Kota Serang dengan 28 emas, 19 perak, dan 39 perunggu. Kabupaten Lebak berada di urutan keenam dengan 15 emas, 25 perak, dan 57 perunggu.
Kabupaten Pandeglang menempati posisi ketujuh dengan 12 emas, 10 perak, dan 56 perunggu, sedangkan Kabupaten Serang berada di posisi kedelapan dengan 8 emas, 18 perak, dan 31 perunggu.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Syaukani juga mengumumkan atlet peraih medali emas terbanyak. Predikat itu diraih oleh Putri Aulia dari cabang olahraga dayung Kota Tangerang yang berhasil mengoleksi lima medali emas dan satu medali perunggu selama pelaksanaan POPDA XII Banten 2026.
Selain mengumumkan hasil akhir pertandingan, Pemerintah Provinsi Banten juga menetapkan Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah POPDA XIII dan Peparpeda X Banten Tahun 2028.
Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan POPDA XII Banten 2026.
Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Cilegon sebagai tuan rumah.
“Atas nama Pemkot Cilegon, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur dan jajarannya yang telah mendukung kami hingga gelaran ini selesai dilaksanakan,” katanya.
Menurut Robinsar, keberhasilan penyelenggaraan POPDA XII dan Peparpeda IX Banten 2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, panitia, pelatih, ofisial, atlet, hingga masyarakat yang turut memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam gelaran ini masih terdapat kekurangan yang mungkin belum berkenan di hati. Namun dengan segala keterbatasan yang ada, kami telah berupaya memberikan yang terbaik,” tuturnya. (red)

