LEBAK, BANTENHUB.ID – Batu kalimaya asal Banten terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu batu mulia unggulan yang diminati kolektor di Indonesia.
Meski tren batu akik sempat meredup, kalimaya Banten tetap bertahan dan menjadi primadona karena keindahan warna alaminya yang khas.
Mohammad Rosidi, warga Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, mengatakan jika Kalimaya Banten memiliki keunikan yang tidak dimiliki batu dari daerah lain.
Permainan warna atau jarong yang muncul dari dalam batu menjadi daya tarik utama yang membuatnya tetap diburu.
“Ciri khas kalimaya Banten itu ada di warna apinya. Bisa muncul merah, hijau, biru, sampai knig saat terkena cahaya. Itu yang membuat nilainya tinggi,” kata Rosidi kepada Bantenhub.id.
Ia menjelaskan, Kabupaten Lebak sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kalimaya terbaik di Indonesia.
Batu ini tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga memiliki penggemar dari luar daerah.
Menurut Rosidi, harga kalimaya sangat bergantung pada kualitas batu, mulai dari kejernihan, motif, hingga kekuatan warna yang dihasilkan.
“Kalau kualitasnya bagus, harganya bisa cukup tinggi. Semua tergantung dari corak dan warna yang keluar dari batunya,” katanya.
Selain bernilai ekonomi, kalimaya juga menjadi bagian dari identitas daerh Banten, khususnya Lebak.
Potensi ini dinilai perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tetap dikenal luas oleh generasi mendatang.
Rosidi berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk terus mempromosikan kalimaya Banten sebagai kekayaan alam unggulan daerah.
“Ini bukan sekadar batu, tapi juga warisan khas Banten yang punya nilai budaya dan ekonomi,” jelasnya. (red)

