BANTENHUB.ID, SERANG – Petenis junior tuan rumah Banten, Maula Sa’ya, menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaran Nasional tenis Junior IMTC Piala Gubernur Banten seri 1 tahun 2026.
Maula yang akrab disapa Lula ini, menyapu bersih gelar Juara Tunggal Putri KU-16 dan Juara Ganda Putri KU-16 (double winner) pada event yang digelar di Lapangan Baladika Kopassus, Serang, Selasa 3 Februari 2026.
Turun sebagai non unggulan, atlet asal Kota Serang, Banten, tersebut tampil impresif dengan menumbangkan deretan petenis papan atas nasional.
Pada partai final nomor tungal, Maula Sa’ya sukses mengalahkan petenis unggulan asal Jawa tengah, Naifah Nuraisyah Azahra, dengan skor telak 6-1, 6-1.
Sementara pada nomor ganda, Maula Sa’ya yang berpasangan dengan Khansa Rahma Zahira kembali menunjukan dominasinya.
Pasangan ini menundukkan duet Naifah Nuraisyah Azzahra / Azza Zulaeka Nabil (Jawa Tengah) melalui pertandingan ketat dengan skor 6-2, 6-7 (10-5).
Prestasi tersebut semakin istimewa karena dari seluruh peserta kejurnas tersebut, Maula Sa’ya menjadi satu-satunya atlet yang meraih gelar juara tunggal dan ganda sekaligus.
Sepanjang turnamen, performa Maula Sa’ya juga mencuri perhatian publik tenis nasional.
Ia berhasil menyingkirkan sejumlah petenis unggulan dengan skor meyakinkan.
Di antaranya 6-0, 6-0 atas Asleyka Adelea (Jawa Barat), 6-1, 6-0 atas Sherena Valensia (Sumatera Selatan), 6-0,6-2 atas Azza Zulaeka Nabil (Jawa tengah), 6-3, 6-3 atas Sofia Grace Santosa (DKI Jakarta), hingga kembali menundukkan Naifahh Nuraisyah Azzahra (Jawa Tengah) di partai puncak.
Ketua Umum Pengprov PELTI Banten Novriyadi Purwansyah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut.
“Prestasi Lula merupakan bukti nyata bahwa pembinaan tenis usia dini di Banten berjalan pada jalur yang benar,” katanya.
“Capaian ini lahir dari kerja keras atlet, dukungan orang tua, dedikasi pelatih, serta sinergi klub dan pengurus daerah,” tambah Novriyadi.
Ia menegaskan Pengprov PELTI Banten berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan berjenjang, memperbanyak kompetisi, serta meningkatkan kualitas pelatih dan sarana latihan.
Ini agar semakin banyak talenta muda Banten yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Sementara itu, Asep Renggana, orang tua Lula, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian putrinya.
Terlebih Lula sukses bersaing di tengah ketatnya persaingan tenis junior nasional.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur. Putri saya, Lula, bisa meraih juara, bahkan doubel winner. Ini kejuaraan yang sangat kompetitif karena hampir seluruh petenis papan atas nasional, dari peringkat satu hingga dua puluh, ikut ambil bagian,” kata pria yang kerap disapa Areng ini.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi keluarga untuk menyiapkan angkah Lula ke jenjang lebih tinggi.
“Olahraga prestasi tidak instan. Untuk bisa bersaingan di level nasional, atlet harus dipersiapkan secara matang dan rutin mengikuti kejurnas. Kami tentu akan terus mendukung,” ujarnya.
Namun begitu, lanjut Areng, Lula pun membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Stakeholder pun dinilai harus ikut terlibat dalam pemberian dukungan, mengingat Lula membawa nama Provinsi Banten.
“Ketika sudah membawa nama daerah dan provinsi, kami juga berharap adanya perhatian dan dukungan dair pihak-pihak terkait,” terangnya.
Di akhir pernyataan, Areng juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan prestasi putrinya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten atas terselenggaranya kejurnas ini. Terima kasih juga kepada Maung Tennis Club sebagai tempat pembinaan, kepada para pelatih, serta kepada Pak Kapolda Banten Irjen Pol Hengki atas dukungan dan pembinaannya,” ucapnya.
“Terima kasih juga saya sampaikan kepada SMP Al Azhar Serang, tempat Lula menempuh pendidikan sebagai siswa Kelas IX, kepada keluarga besar klub tempat latihan, serta seluruh masyarakat Banten yang telah mendoakan dan memberikan dukungan,” tambah Areng. (red)












