CILEGON, BANTENHUB.ID – Rafiudin Bani atau Jenggo, pemilik workshop Jenggo Art Kebonsari Citangkil, menyulap limbah logam menjadi karya bernilai.
Ia memulai kreativitas sejak tahun 2000 ketika mendirikan DEBUS Collection, kemudian melanjutkan pada 2008 dengan komunitas seni BENKLE Art.
Tahun 2025, Jenggo mulai serius mengolah barang bekas seperti baut, mur, dan elektroda las agar berubah menjadi karya seni nyata.
“Daripada menjual kiloan, saya lebih memilih mengolahnya menjadi karya, sehingga imajinasi dan nalar saya tersalurkan,” ungkap Jenggo, Senin 25 Agustus 2025.
Koleksi karyanya kini mencapai sekitar tiga puluh buah, terdiri dari miniatur motor, pesawat, dan figur manusia dengan berbagai aktivitas.
Ia juga membuat miniatur alat musik seperti gitar, biola, drum, dan suling, bahkan figur musisi lengkap dengan karakter gerakan.
Jenggo menilai bentuk binatang sebagai karya paling sulit, sebab detailnya rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi saat memilih material tepat.
“Kalau karya sederhana bisa selesai sehari, sedangkan karya sulit biasanya memakan waktu beberapa hari pengerjaan,” jelas Jenggo menambahkan.
Ia mendapatkan bahan baku dari sisa bengkel dan lapak logam, termasuk mur, baut, kawat, seng bekas, hingga elektroda las.
“Saya mengumpulkan sisa-sisa las, lalu membentuknya menjadi frame motor atau benda lain sesuai imajinasi pribadi,” ujarnya dengan bersemangat.
Bagi Jenggo, seni logam menjadi sarana edukasi agar pemuda Cilegon mampu menyalurkan imajinasi, mengembangkan inovasi, sekaligus menumbuhkan kreativitas.
“Harapan saya anak muda bisa terus kreatif, minimal anak atau ponakan saudara mampu meneruskan karya-karya logam ini,” ujarnya.
Walau belum fokus bisnis, Jenggo membuka kesempatan bagi masyarakat maupun instansi yang ingin memesan karya miniatur sesuai permintaan.
“Kalau ada yang pesan, saya bisa membuatkannya sesuai bahan tersedia, semua karya berasal dari barang-barang limbah,” jelasnya kemudian.
Ia berharap pemerintah mendukung karya seni limbah logam ini, sehingga berkembang pesat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Cilegon.
“Kalau pemerintah memfasilitasi lewat BLK atau pelatihan, pemuda Cilegon bisa kreatif sekaligus bangga terhadap kota Baja,” pungkas Jenggo. (red)