CILEGON, BANTENHUB.ID – Pemerintah Kota Cilegon menegaskan program strategis Cilegon tahun 2026 tetap berjalan, meskipun belanja daerah terkoreksi Rp76 miliar.
Awalnya, Rancangan KUA dan PPAS 2026 mencatat belanja Rp2,264 triliun, namun terkoreksi menjadi Rp2,187 triliun setelah evaluasi program strategis Cilegon.
Meskipun terjadi koreksi, Pemkot Cilegon memastikan pelayanan publik tetap aman dan program prioritas berjalan sesuai arahan Wali Kota.
Plt Kepala Bappedalitbang Kota Cilegon, Syafrudin, menyebut koreksi terbesar berasal dari dana transfer pusat yang berkurang Rp33 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp26 miliar berasal dari Dana Alokasi Khusus Jalan Lingkar Selatan, sedangkan Rp5–8 miliar dari transfer lain.
“Total koreksi sekitar Rp76 miliar, tetapi belanja prioritas tetap aman, pendidikan minimal 20 persen, kesehatan tetap berjalan,” tegas Syafrudin.
Untuk menutup kekurangan, Pemkot Cilegon menaikkan retribusi, meningkatkan laba BUMD, sementara target PBB dan BPHTB tetap sesuai rencana.
Menurut Syafrudin, Pemkot hanya melakukan efisiensi pada belanja rutin, seperti perjalanan dinas, serta pengadaan barang dan jasa.
Ia menambahkan, gaji, tunjangan, serta seluruh hak pegawai tetap aman karena pemerintah mengutamakan kesejahteraan aparatur di daerah.
“Pendapatan harus sejalan dengan belanja, sehingga koreksi lebih banyak menyasar belanja rutin, bukan pelayanan dasar masyarakat,” jelasnya.
Program prioritas Pemkot meliputi pembangunan stadion di kecamatan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, Pemkot tetap menempatkan pembangunan Jalan Lingkar Utara dan pengembangan Pelabuhan Warnasari sebagai program prioritas utama.
“JLU menjadi prioritas wali kota, kalau tidak selesai sekaligus, maka segmen jalan dan titik crossing dimanfaatkan terlebih dahulu,” ucapnya.
Dengan penyesuaian ini, Pemkot Cilegon optimistis target pembangunan 2026 tercapai, sementara program strategis Cilegon tetap berjalan aman. (red)